Fisiologi Bulu Babi

Bulu babi tidak memiliki kepala sama sekali dan tidak memiliki mata dan organ indera eksternal lain. Duri yang panjang dan tajam pada bulu babi kadang mengubah seluruh tubuhnya tampak seperti bola berduri, dan kadang duri pendek atau tumpul membuat bulu babi tampak seperti roda, selalu menjadi bagian dari kerangka batu kapur. Bulu babi memiliki rongga tubuh sekunder yang disebut coelom. Ciri ini merupakan karakter umum pada semua avertebrata dan vertebrata tingkat tinggi. Dalam rongga ini terdapat organ internal (seperti usus dan sistem reproduksi). Meskipun kerangka bulu babi dengan duri kelihatan sama pada kerangka eksternal ternyata itu merupakan kerangka internal. Bulu babi tidak mengganti kerangkanya. Kerangka bulu babi (secara ilmiah disebut test) dilindungi oleh epitel, jaringan dermal. Bahkan duri-duri merupakan bagian integral dari cangkang bagian dalam. Beberapa bagian tubuh bulu babi yang penting adalah cangkang, duri, kaki tabung, dan gonad. Sementara letak dan hubungan yang penting diantaranya ditunjukkan oleh morfologi, sistem pencernaan, dan sistem saraf bulu babi. Dalam bab ini akan dibahas tentang morfologi, anatomi, dan fisiologi bulu babi secara umum.

(Bab ini terdiri atas 25 halaman yaitu halaman 121-145, berisi sub bab Morfologi, Cangkang, Duri, Pediselaria, Kaki Tabung, Anatomi, Gonad, Sistem Pencernaan, Sistem Saraf, Sistem Penginderaan,Sistem Pernapasan, Sirkulasi, Tingkah Laku, Intisari, dan Rujukan).


 
Cover Buku Cover Buku
 

Collaborators

  • Smithsonian
  • UNIPA
  • UB
  • IBRC

Fundings:

  • USAID